Dengan gaji setara upah minimum, hampir semua uang sudah habis untuk kebutuhan pokok sebelum sempat diatur. Panduan ini tidak menjanjikan cara cepat kaya. Isinya urutan membagi gaji yang masuk akal untuk penghasilan kecil, contoh pembagian dalam rupiah untuk tiga keadaan, dan cara tetap menyisihkan sesuatu walaupun jumlahnya kecil.
UMR, UMP, dan UMK
Sehari-hari orang menyebutnya “gaji UMR”, padahal istilah yang dipakai sekarang adalah upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Besarnya ditetapkan setiap tahun oleh gubernur dan berbeda dari satu daerah ke daerah lain, sehingga gaji UMR di satu kota bisa jauh berbeda dengan kota tetangganya. Angkanya bisa kamu cek di keputusan gubernur atau dinas ketenagakerjaan daerahmu.
Karena itu, panduan ini tidak memakai angka UMR daerah tertentu. Semua contoh di bawah memakai gaji bersih Rp3.200.000 sebagai ilustrasi. Ganti dengan angkamu sendiri; cara berpikirnya tetap sama.
Langkah 1: pakai gaji bersih
Gaji di slip atau kontrak biasanya belum dipotong iuran BPJS dan potongan lain dari kantor. Yang bisa kamu atur hanyalah uang yang benar-benar masuk ke rekening. Kalau ada pemasukan tetap lain, misalnya uang makan harian yang dibayar terpisah, jumlahkan juga. Lembur dan bonus yang tidak pasti sebaiknya tidak dihitung dulu; anggap saja sebagai tambahan kalau datang.
Langkah 2: urutkan, jangan langsung dibagi persen
Dengan gaji kecil, membagi rata ke persentase sering gagal di minggu kedua. Lebih aman menyusun urutan:
- Kewajiban yang ada akibatnya kalau telat. Sewa kos atau kontrakan, cicilan, iuran yang berdenda.
- Kebutuhan pokok. Makan, transport ke tempat kerja, listrik dan air, pulsa atau kuota yang dipakai untuk bekerja.
- Cadangan kecil. Sekecil apa pun, pindahkan di hari gajian.
- Keluarga dan sosial. Kiriman untuk orang tua, arisan, kondangan.
- Keinginan. Jajan, nongkrong, hiburan.
Urutan ini bukan soal mana yang lebih penting secara moral. Kiriman untuk orang tua bisa jadi kewajiban bagimu, dan itu sah. Intinya, putuskan urutannya sekali di awal bulan, supaya kamu tidak memutuskan ulang setiap kali ada pengeluaran.
Contoh pembagian gaji Rp3.200.000
| Pos | Lajang, ngekos | Lajang, tinggal dengan orang tua | Menikah, satu penghasilan |
|---|---|---|---|
| Tempat tinggal | Rp900.000 | Rp0 | Rp800.000 |
| Makan dan belanja dapur | Rp1.000.000 | Rp1.100.000 | Rp1.400.000 |
| Transport | Rp300.000 | Rp350.000 | Rp250.000 |
| Pulsa dan kuota | Rp100.000 | Rp100.000 | Rp100.000 |
| Kiriman atau bantuan keluarga | Rp300.000 | Rp300.000 | Rp100.000 |
| Kebutuhan pribadi dan rumah | Rp150.000 | Rp150.000 | Rp200.000 |
| Tabungan dan dana darurat | Rp250.000 | Rp900.000 | Rp200.000 |
| Hiburan dan jajan | Rp200.000 | Rp300.000 | Rp150.000 |
| Total | Rp3.200.000 | Rp3.200.000 | Rp3.200.000 |
Beberapa hal yang terlihat dari tabel ini:
- Lajang yang ngekos menghabiskan sekitar tiga perempat gaji untuk kebutuhan pokok. Itu jauh di atas 50% dari metode 50/30/20, dan itu wajar. Yang masih bisa dijaga adalah tabungan Rp250.000.
- Lajang yang tinggal dengan orang tua punya ruang paling besar. “Makan dan belanja dapur” di sini sudah termasuk uang dapur untuk orang tua. Selisih biaya tempat tinggal sebaiknya sebagian besar masuk ke tabungan dan dana darurat, karena keadaan ini biasanya tidak berlangsung selamanya.
- Pasangan dengan satu penghasilan paling ketat. Tabungan Rp200.000 terlihat kecil, tetapi setahun jumlahnya Rp2.400.000, cukup untuk menutup banyak kejadian kecil.
Angka di tabel adalah ilustrasi. Harga sewa dan makan sangat berbeda antardaerah; pakai catatan pengeluaranmu sendiri sebagai dasar.
Kenapa 50/30/20 sering tidak cocok
Metode 50/30/20 membagi gaji menjadi 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan. Untuk gaji Rp3.200.000, jatah kebutuhan hanya Rp1.600.000, padahal sewa kos dan makan saja sudah bisa melewatinya. Variasi yang lebih masuk akal untuk penghasilan kecil:
| Pembagian | Kebutuhan | Keinginan | Tabungan |
|---|---|---|---|
| 50/30/20 | Rp1.600.000 | Rp960.000 | Rp640.000 |
| 70/20/10 | Rp2.240.000 | Rp640.000 | Rp320.000 |
| 80/10/10 | Rp2.560.000 | Rp320.000 | Rp320.000 |
Coba angkamu sendiri di kalkulator 50/30/20 dengan pilihan “Atur sendiri”. Persentase yang kamu patuhi selama enam bulan lebih berguna daripada persentase ideal yang ditinggalkan di bulan pertama.
Menyisihkan walaupun sedikit
Dengan gaji pas-pasan, menunggu sisa di akhir bulan hampir selalu berarti tidak menabung. Beberapa kebiasaan yang membantu:
- Pindahkan di hari gajian. Rp200.000 yang dipindahkan di awal bulan jauh lebih mungkin bertahan daripada Rp500.000 yang direncanakan di akhir bulan.
- Pisahkan rekening atau kantong. Uang yang tidak terlihat di saldo harian lebih jarang terpakai.
- Mulai dari dana darurat kecil. Target pertama cukup satu bulan pengeluaran pokok. Hitung angkanya dengan kalkulator dana darurat.
- Simpan sebagian uang tak terduga. THR, lembur, atau bonus: sisihkan sebagian sebelum dipakai.
Menjaga sampai akhir bulan
Pembagian di awal bulan baru setengah pekerjaan. Setengahnya lagi adalah memastikan uang makan dan transport tidak habis di minggu ketiga. Dua alat sederhana:
- Jatah harian. Bagi sisa uang dengan jumlah hari sampai gajian, setelah tagihan disisihkan. Kalkulator sisa uang per hari menghitungnya untukmu.
- Amplop per pos. Uang makan, transport, dan jajan dipisah sejak awal bulan, sehingga jebolnya satu pos tidak menghabiskan pos lain. Caranya ada di metode amplop digital.
Kalau kamu lebih suka aplikasi, Mony by Candora bisa dipakai untuk memberi batas per kategori: setiap pengeluaran yang kamu catat langsung mengurangi sisa anggarannya, jadi kamu tahu sebelum jatah makan habis.
Kalau tetap tidak cukup
Ada kalanya pengeluaran pokok memang lebih besar daripada gaji, dan tidak ada pembagian yang bisa menyelesaikannya. Dalam keadaan ini, yang paling berpengaruh biasanya pos terbesar:
- Tempat tinggal. Berbagi kontrakan atau pindah ke kos yang lebih dekat tempat kerja bisa menghemat sewa dan transport sekaligus.
- Makan. Membawa bekal beberapa hari dalam seminggu sering lebih terasa daripada memotong jajan kecil.
- Penghasilan tambahan. Kerja sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utama, atau keterampilan yang membuka jalan ke posisi dengan gaji lebih tinggi.
Hindari menutup kekurangan rutin dengan paylater atau pinjaman. Utang yang dipakai untuk biaya hidup bulan ini akan mengurangi gaji bulan depan, dan lingkarannya sulit diputus. Baca juga kenapa uang cepat habis untuk mencari kebocoran yang sering tidak terasa, atau lihat contoh untuk penghasilan yang lebih besar di cara mengatur gaji 5 juta.