Tanggal tua terasa lebih ringan kalau kamu tahu satu angka: berapa yang boleh dipakai hari ini. Kalkulator ini mengurangi sisa uangmu dengan yang masih wajib dibayar, lalu membaginya dengan jumlah hari sampai gajian.
Jumlahkan saldo rekening, dompet digital, dan uang tunai yang boleh dipakai sampai gajian.
Tagihan, cicilan, atau kiriman yang belum dibayar. Isi 0 kalau tidak ada.
Hitung hari ini, tetapi jangan hitung hari gajiannya.
Jumlah harinya terisi sendiri dari tanggal hari ini.
- Jatah per hari
- Rp100.000
- Jatah per minggu
- Rp700.000
- Bisa dipakai sampai gajian
- Rp1.200.000
Rp1.200.000 dibagi 12 hari. Pakai angka per hari ini sebagai batas jajan, makan, dan transport harian.
Cara memakai kalkulator ini
- Isi uang yang tersisa sekarang. Jumlahkan saldo rekening, dompet digital, dan uang tunai yang memang boleh dipakai sampai gajian. Tabungan dan dana darurat jangan ikut dihitung.
- Isi yang masih harus dibayar. Tagihan listrik yang belum dibayar, cicilan yang jatuh tempo sebelum gajian, iuran sekolah, kiriman untuk orang tua. Kalau semuanya sudah lunas, isi 0.
- Isi jumlah hari sampai gajian. Hari ini ikut dihitung, hari gajian tidak. Kalau gajian tanggal 25 dan hari ini tanggal 13, jumlahnya 12 hari. Kamu juga bisa memilih tanggal gajian dan membiarkan kalkulator menghitung harinya.
Angka per hari dibulatkan ke bawah, jadi jatahnya tidak pernah membuat uangmu kurang di hari terakhir. Hitungannya terjadi di perambanmu sendiri; angka yang kamu ketik tidak dikirim ke mana pun dan tidak disimpan.
Kenapa yang dibagi bukan seluruh sisa uang
Kesalahan yang paling sering terjadi saat menghitung jatah harian adalah membagi seluruh saldo. Saldo Rp1.500.000 dibagi 12 hari memang Rp125.000 per hari, tetapi tagihan Rp300.000 tetap datang. Kalau tagihan itu tidak disisihkan dulu, jatah yang terasa longgar di awal akan membuat beberapa hari terakhir sangat ketat.
| Cara menghitung | Yang dibagi | Jatah per hari |
|---|---|---|
| Seluruh saldo dibagi 12 hari | Rp1.500.000 | Rp125.000 |
| Saldo dikurangi tagihan, dibagi 12 hari | Rp1.200.000 | Rp100.000 |
Selisih Rp25.000 per hari terlihat kecil, tetapi selama 12 hari jumlahnya Rp300.000, persis sebesar tagihan yang terlupa.
Apa saja yang dibiayai jatah harian
Jatah per hari paling berguna untuk pengeluaran yang terjadi hampir setiap hari dan mudah melebar: makan siang, jajan, kopi, ongkos ojek, bensin, dan belanja kecil di warung. Pengeluaran yang hanya terjadi sekali sebaiknya masuk ke kolom “yang masih harus dibayar”, bukan diambil dari jatah harian.
- Masuk jatah harian: makan dan minum di luar, jajan anak, transport harian, belanja kebutuhan kecil.
- Masuk “yang masih harus dibayar”: tagihan, cicilan, iuran, arisan, kiriman rutin, belanja bulanan yang sudah direncanakan.
- Tidak ikut dihitung sama sekali: tabungan dan dana darurat. Uang itu sudah punya tugas.
Kalau hasilnya terlalu kecil
Kalau jatah per hari jauh di bawah kebiasaanmu, jangan langsung menyerah. Ada beberapa hal yang bisa dicoba.
- Periksa lagi daftar yang harus dibayar. Ada tagihan yang bisa digeser ke setelah gajian tanpa denda? Ada belanja yang bisa ditunda?
- Pisahkan hari kerja dan akhir pekan. Kalau hari kerja butuh ongkos dan makan siang, sementara akhir pekan lebih banyak di rumah, kamu bisa memberi jatah lebih besar untuk hari kerja selama jumlah totalnya sama.
- Pakai stok di rumah lebih dulu. Beras, telur, dan bahan di kulkas mengurangi kebutuhan makan di luar.
- Hitung ulang setiap tiga atau empat hari. Hari yang hemat menambah jatah hari berikutnya, dan angka baru biasanya lebih menyemangati daripada angka lama.
Kalau kalkulator menunjukkan uangmu kurang untuk membayar yang wajib, masalahnya bukan lagi jatah harian. Yang perlu dicari adalah pos yang bisa ditunda atau dikurangi, dan kalau perlu, membicarakan jadwal bayar dengan pihak yang ditagih sebelum jatuh tempo.
Contoh: tiga keadaan menjelang gajian
| Keadaan | Sisa uang | Masih harus dibayar | Hari sampai gajian | Jatah per hari |
|---|---|---|---|---|
| Lajang, gajian tanggal 25 | Rp900.000 | Rp150.000 | 10 | Rp75.000 |
| Pasangan, satu tagihan listrik | Rp2.400.000 | Rp400.000 | 16 | Rp125.000 |
| Keluarga, iuran sekolah belum dibayar | Rp1.800.000 | Rp750.000 | 7 | Rp150.000 |
Angka-angka di atas hanya ilustrasi. Yang penting bukan besar jatahnya, melainkan kamu tahu batasnya sebelum mulai membelanjakan uang hari itu.
Supaya angkanya tetap benar
Jatah harian hanya akurat kalau pengeluaran yang sudah terjadi tercatat. Tanpa catatan, “sisa uang” hanyalah tebakan. Kamu bisa memakai cara apa pun: buku kecil, catatan di ponsel, atau cara mencatat pengeluaran harian yang tidak bikin malas. Di Mony by Candora, setiap pengeluaran yang kamu catat langsung mengurangi sisa anggaranmu, jadi angka ini bisa kamu lihat tanpa menghitung ulang.
Kalau tanggal tua selalu terasa berat, mungkin persoalannya ada di awal bulan, bukan di akhir. Baca kenapa uang cepat habis untuk mencari penyebabnya, atau mulai dari pembagian gaji dengan kalkulator 50/30/20.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah hari gajian ikut dihitung?
Tidak. Pada hari gajian uang baru sudah masuk, jadi jatah harian hanya perlu sampai sehari sebelumnya.
Bagaimana kalau tanggal gajian jatuh di akhir pekan?
Pakai tanggal uangnya benar-benar masuk ke rekening. Kalau biasanya gaji masuk sehari lebih awal atau lebih lambat, pakai tanggal itu.
Apakah sisa jatah hari ini boleh dipakai besok?
Boleh, dan justru itu tujuannya. Kalau hari ini kamu hanya memakai sebagian, hitung ulang besok pagi dan jatahnya akan sedikit naik.